Newsflash

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Syndicate

powered_by.png, 1 kB

Home
Welcome to the Frontpage
Membangun jaringan thinstation dengan Ms Windows 2003
Written by Administrator   
Thursday, 24 July 2008
Untuk membangun jaringan tampa harddisk yang harus dipersiapkan disisi client adalah:
  • PC Pentium I 133 Mhz

    • memory 32 MB,

    • VGA Card direkomendasikan 1 MB (Agar mensupport resolusi 800 x 600 dibutuh kan VGA Card 2 MB).

    • Floppy (opsional jika tidak memperoleh lancard yang memiliki boot rom PXE versi 2.x )

    • Lancard dengan bootrom PXE (PXE versi 1.x masih dapat di gunakan dengan konfigurasi tertentu pada konfigurasi TFTPD yang akan dijelaskan kemudian).

  • PC Server

    • Pentium IV (Pentium III dengan memory 512 masih dapat digunakan untuk max 4 client dgn aplikasi-aplikasi ringan)

    • Memory 512 untuk 10 client, 1 GB untuk 20 client (disarankan mennyediakan memory sebesar mungkin jika akan digunakan untuk aplikasi-aplikasi besar seperti Photoshop, Corel Draw, Webserver intranet dsb).

    • Harddisk (untuk client dibawah 20 titik, Harddisk dengan kecepatan 7200 RPM sudah memadai, jika lebih banyak disarankan menggunakan harddisk dengan kecepatan 10000 RPM atau harddisk SCSI akan memberikan performa yang lebih baik lagi).

  • Network Pheripheral

    • Switch HUB (Hub 100 Mbps cukup memadai, untuk performa yang lebih baik atau sebagai antisipasi pengembangan client Switch HUB dengan port 1 Gbps merupakan investasi yang menguntungkan disamping akan menunjang audio dan video streaming yang cukup memadai)

Saat ini terdapat switch dengan 2 port Gbps, ini sangat ideal untuk jaringan thinstation.

    • Kabel UTP dan RJ 45

    • Lancard (untuk server tentu tidak memerlukan bootrom dan umumnya mainboard P4 telah dilengkapi port untuk LAN, usahakan memperoleh lancard onboard giga ether :))

 

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan perangkat lunak yang akan diinstall dan di setting di PC Server.

  • Ms Windows 2003 Server

  • thinstation.nbi, thinstation.nbi.zpxe

  • File-file konfigurasi

  • tftpd32.exe

File-file ini dapat di download di http://www.ceds-id.org/ts_source/

Berikutnya proses instalasi

  • Instalasi Ms Windows 2003 Server

Dalam instalasi Ms Windows 2003 server yang perlu diperhatikan adalah network setting. IP addres untuk konfigurasi network pada server harus statik misalnya IP address: 192.168.0.100, subnet mask : 255.255.255.0, Gateaway : 192.168.0.1 (jika terhubung ke network lain atau internet). Begitu pula DNS hanya perlu diisi jika terhubung ke internet. DNS favorit saya : 202.134.0.155 dan 202.134.2.5 untuk terkoneksi ke ISP telkom.

Untuk pertimbangan performa, disarankan menggunakan jaringan workgroup (tidak di set sebagai Domain server).

Setelah instalasi Server, selesai langkah berikutnya adalah meangaktifkan Terminal Service dan dan lisensinya. Klik Start, Control Panel, Add and Remove Program, pilih Install Windows Componen. Cari paket “Windows Terminal Service” dan Terminal Server Licensing” beri tanda centang lalu klik “OK”

Proses instalasi akan membutuh CD Windows pada folder i386. Kemudian Pada seting security kita boleh memilih “full Security” atau “Relaxed Security”. Pertanyaan lain yang harus di jawab adalah sistem lisensi. Kita bisa mengarahkan ke salah satu server microsoft atau memilih “120 days trial”. Jika proses instalasi terminal server telah selesai, Ms windows akan meminta kita merestart sistem.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selanjutnya setelah proses rebooting selesai, langkah selanjutnya adalah membuat user untuk masing-masing client. Klik kanan pada “My Cumputer”, pilih “Manage” lalu ke “User and Group”. Klik pada “User” lalu di bagian kanan kosong klik kanan, pilih “add new user”. Masukkan username dan password, isian lainnya bersifat opsional. buat user sebanyak jumlah client yang dibutuhkan.

Next, klik pada group, di bagian sebelah kanan cari dan double klik “Remote Desktop User”. lalu klik “add new member”. masukkan nama-nama user yang telah dibuat sebelumnya, lalu klik “OK”, proses penambahan user telah selesai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari sini kita mulai membutuhkan aplikasi third party. Pada drive c:\ buat folder dengan nama tftpdroot untuk menyimpan network boot image yang akan diload client serta konfigurasinya. Masukkan file thinstation.nbi, thinstation.nbi.zpxe, thinstation.conf.network, kedalam folder tersebut.

Buat juga folder tftpd32 di drive c:\ untuk

menampung program tftpd dan DHCP server yang gunanya sebagai tools pengidentifikasi identitas alamat client. serta protokol pengiriman file image yang dibutuhkan proses booting pada client.

Jalankan program tftpd32.exe, lalu isi parameter yang ada di dalam-nya dengan entri sebagai berikut :

Current Directory : c:\tftpdroot

Server Interfaces : (isi dengan IP address server, misalnya: 192.168.0.100

Kemudian klik pada tab “DHCP Server”, isi dengan entri sbb:

IP Pool Starting Address : 192.168.0.101

Size of pool : (sebanyak jumlah client atau lebih)

Boot File : thinstation.nbi.zpxe

Wins / DNS Server : 0.0.0.0

Default Router : 0.0.0.0

Mask : 255.255.255.0

Domain : <kosongkan>

IP Pool sebenarnya bebasa sejauh tiga bagian pertama tetap sama dengan IP address (satu subnet). Jumlah pool sebaiknya di lebihkan dari jumlah cleint untuk mengantisipasi pengembangan atau pengambilan IP address oleh perangkat lain yang kebetulan terkoneksi kejaringan seperti notebook, PC non thinstation dsb.

Setting untuk tftpd32.exe sebenarnya telah cukup, akan tetapi cukup jika terjadi kegagalan, lakukan perubahan-perubahan pada “setting”

Untuk lancard dengan bootrom PXE versi 1.x, file nbi yang digunakan adalah thinstation.nbi dengan memberi tanda centang pada “setting”, “Advance TFTP Option” “PXE Compatibility”.

Program tftpd32.exe ini harus dijalankan sebelum PC client dihidupkan, kita bisa menggunakan service manager third party seperti “firedaemon” untuk menjalankan tftpd32.exe sebagai service sehingga server tidak perlu menjalankan tftpd32.exe secara manual.

 

Seluruh langkah-langkah di atas adalah proses instalasi praktis thinstation dengan Ms Windows 2003 server, Jika setelah semua steps telah dilakukan dengan akan tatapi jaringan thinstation anda belum berjalan, disarankan membaca dokumentasi thinstation di http://www.thinstation.org/.

 
Mengenal Anonymous Proxy Server
Written by Administrator   
Tuesday, 22 July 2008
Sekarang ini banyak sekali dijumpai penyusup baik hacker maupun crecker yang membuat masalah baik deface web, DDOS (daniel attack of services)dan lain sebagainya menyamar mengunakan ip address lain atau yang lebih kerenya disebut anonymous proxy server untuk menyamarkan jejaknya. pada tutorial ini akan saya jelasakan sedikit Memahami Tentang Anonymous Proxy Server itu apa sich.

Sebagaimana yang telah anda ketahui, ada anonymous proxy server yang dapat digunakan untuk surfing di internet secara anonymous. Cukup menarik untuk diketahui, ada cara untuk melacak seorang web-surfer yang bersembunyi dibalik anonymous proxy server
sejumlah kemungkinan tidak hanya mendeteksi pengunjung yang menggunakan beberapa anonymous proxy server, namun juga mendeteksi IP sebenarnya bahkan meski mereka menggunakan anonymous proxy server.

Cookies
-------
Cookies tidak berhubungan dengan proxy server. Cookies digunakan untuk mentransfer secuil informasi dari webserver ke client sebagai suatu tambahan ke halaman web yang diminta. Tambahan informasi ini disimpan dalam client browser dan diperoleh melalui web server. Cookies dapat bersifat sementara (satu kali digunakan selama web tersebut dibuka, setelah ditutup cookie akan dihapus) dan jangka panjang (dapat disimpan dalam mesin client).

Jadi, mengapa kita memerlukan cookies? sebagai contoh,jika password yang diminta saat memeriksa email anda. Setelah anda memasukkan password, maka akan tersimpand alam cookies, jadi setiap kali anda browsing halaman ke halaman, web server akan memeriksa password dalam cookies sebagai ganti dari permintaan pada setiap halaman.

Bagaimana bisa sebuah cookie membantu mendeteksi proxy? Anda tidak dapat mendeteksi IP dengan bantuan cookies. Bagaimanapun, saat pertama kali anda mengunjungi suatu website, IP (yaitu IP proxy server anda) terdeteksi oleh web server dan disimpan dalam cookies. Saat anda mengunjungi website tersebut kembali, web server akan mendetksi IP anda lagi dan memeriksanya dengan salah satu cookies yang tersimpan. Jika IP-nya tidak sama, web server akan membuat kesimpulan. Dan jika anda tidak men-disable cookies pada browser, maka tak satupun proxy yang dapat membantu anda (para anonymizer dapat mendisable cookies dan menghentikan keberadaan mereka dari mesin anda).


JavaScript / VBScript
Ada program khusus yang dijalan pada client browser. Tidak masalah seberapa keras usaha anda mengeset browser (terkecuali bila anda mendisable script aktif ini), anda tidak akan mampu menyembunyikan IP sebenarnya. Script ini sebenarnya digolongkan sebagai program sederhana dengan jumlah fungsi yang terbatas, namun mereka dapat mendeteksi IP anda sama baiknya dengan pengaturan setting pada browser. Script ini dapat merubah setting browser juga!

Ada proteksi ganda dari script ini. Anda dapat membatasi suatu script dari pengaksesan fitur browser anda. Cara terbaik untuk memproteksi browser anda adalah melengkapi disable script. Anda dapat men-disable script secara langsung dalam anonymozer.

Java
Tidak seperti Javascript, Java merupakan bahasa pemrograman yang kaya fitur. Jadi Javascript hanyalah kemampuan tambahan (tentunya, mendeteksi atau mengubah setting browser anda). Dengankata lain, program Java dapat dengan mudah mendeteksi IP dan sebagian setting browser anda.

Sejauh mengenai proteksi IP anda dari terdeteksi oleh Javascript, prosesnya lebih rumit, sangat secure dan mungkin hanya cara melengkapi disable java pada setting browser, sepanjang Java memiliki fungsi jaringan dan sangaat sukar melakukan switch secara keseluruhan.


ActiveX and plug-ins
ActiveX and plug-ins merupakan variasi add-on dan modul pada browser anda. Modul ini mejalankan program yang sesuai pada mesin client dan memiliki kemampuan lebih luas dibandingkan Java dan Javascript. Keduanya dapat dengan mudah mendeteksi setting browser anda dan melacak IP address anda. Selainitu, dapat mengubah setting dari proxy server!

Untuk mengambakan browser dan IP address anda, disable-kan opsi ActiveX dan Plug-ins pada setting browser.


Armour vs. bomb
Perang antara kelompok anonymous web-surfer dengan kelompok yang ingin mengetahui client dan pengunjung website tidak akan berakhir. Selalu ada cara terbaru teknik menyembunyikan identitas anda di internet, dan akan selalu ada teknik hacking terbaru atau membypass proteksi ini.

Anda dapat mengamankan IP anda melalui beberapa metode, yaitu:


1. Restriksi
- disable cookies
- disable active scripts
- disable Java
- disable ActiveX
- Menggunakan socks (socket)s pada browser anda. Yang merekam seluruh informasi browser anda atau software lainnya mengirimkan dan mentransfer ke proxy server server tersebut.

Metode pertama dari Proteksi ini sangat mudah dilumpuhkan, yaitu membangun suatu situ berbasiskan Java/Javascript/Cookies (sebagai contoh, menu dinamis javascript, dsb). Dalam kasus ini, jika anda mematikan switch script tersebut, situs tidak akan bekerja (misalnya jika anda mendisable cookies, akses ke web mail server akan ditolak).


2. Socksifikasi

Metode kedua tidak 100% berhasil bahwa IP address anda akan terproteksi. Mengapa? karena ada dua metode untuk mengidentifikasi IP anda:

Sebuah program Java terhubung langsung ke internet (tanpa menggunakan proxy), meskipun browser anda diset bekerja melalui proxy. Jadi server tersebut mendapatkan IP address dari program Java. Setting windows anda dapat discan pada IP address sebenarnya. Jadi socksifikasi dapat menjaga anda dari metode pertama pelacakan IP, namun tidak dapat digunakan secara total pada metode kedua.

Apa yang akan anda lakukan jika ingin tetap anonymous dengan meng-enable-kan Java/Javascript/ActiveX:

Intinya adalah apa yang dapat anda lakukan agar tetap anonymous?

1. Menyembunyikan IP address eksternal sebenarnya pada setting window.

2. Disable koneksi langsung ke internet (hanya melalui suatu anonymous proxy server), dalam hal ini terdapat 2 opsi, yaitu:
a. LAN, local IP address (192.168.1.x atau sesuatu seperti itu). Sebuah proxy server perusahaan meneruskan seluruh permintaan ke suatu free anonymous proxy server (anda perlu keterampilan dan kehandalan seorang system administrator untuk melakukan hal ini). Mustahil terhubung ke internet dengan melumpuhkan proxy perusahaan, sepanjang IP address eksternal tidak ditujukan ke mesin lokal. Juga sangat mustahil melakukan scan terhadap setting mesin lokal: bahkan sekalipun Java/ActiveX appplet mendeteksi dan memberikan Local IP address anda (192.168.1.x) ke web server, anonymisasi tidak akan terputus. Jadi pada dasarnya, anda dapat menyimpulkan bahwa opsi 100% anonymous.

3. Menginstall Firewall pada mesin anda dan merestriksi (membatasi) koneksi ke internet (terkecuali untuk anonymous proxy server) dari browser. Juga disarankan untuk menggunakan port mapping pada anonymouse proxy server gratisan karena proxy browser tidak aman. Mengapa? karena IP address eksternal anda dapat ditransfer ke server (script tersebut akan menscan setting window dan mendeteksi IP anda sebenarnya).

Terakhir, apapun proxy server-nya, terutama proxy gratisan, akan melog (merekam) informasi rinci pada setiap IP yang mengirimkan permintaan sepanjang waktu permintaan tersebut. Jadi, setiap orang atau organisasi yang terotorisasi untuk mengakses informasi ini dapat mengetahui dimana anda dan apa yang anda lakukan, bahkan jika anda menggunakan serangkaian 10 anonymous proxy server yang ditempatkan di tempat yang berbeda di seantero dunia.
Last Updated ( Wednesday, 23 July 2008 )
 
Worm Baru Serang File MP3
Written by Administrator   
Tuesday, 22 July 2008
Kini terdapat jenis malware (malicious software) atau worm baru yang dapat menyerang user yang menggunakan Windows dan yang mendownload file musik pada jaringan peer-to-peer. Malware baru ini akan memasukkan link yang dapat membahayakan halaman web dalam file mediaASF (Advanced Systems Format).

Advanced Systems Format adalah format yang dibawa Microsoft untuk audio dan video streaming yang dapat memuat content yang dinamin termasuk gambar atau link ke website sumbernya. Menurut David Emm, konsultan teknologi senior untuk perusahaan keamanan, Kaspersky Lab., menemukan bahwa jika user memainkan file musik, maka akan memunculkan Internet Explorer dan akan me-load halaman web yang jahat, yang kemudian akan meminta user untuk mendownload sebuah kode. Hal ini merupakan trik untuk mendapatkan seseorang yang mau mendownload malware secara tidak langsung.

Menurut vendor keamanan Secure Computing, file yang didownload user sebenarnya bukanlah kode, tetapi Trojan Horse, yang akan menginstal program proxy pada PC. Program proxy ini akan mengijinkan hacker untuk menjalankan programnya ke dalam PC yang sudah terinfeksi tersebut, untuk melindungi aksi hacker yang sedang menjalankan aktivitas ‘jahat’ lainnya. Malware tersebut memiliki kualitas tertentu. Sekali terinstal di PC, malware akan mengubah dirinya menjadi file audio yang berekstensi MP3 atau MP2, kemudian akan mengkodekan mereka ke format Windows Media Audio, lalu membungkusnya ke dalam ASF dan menambahkan link copy-an malware ke dalam kode-kode tertentu.

Menurut Kaspersky Lab, file berekstensi ".mp3" tidak dimodifikasi oleh malware tersebut, namun user tidak akan mengetahuinya dengan cepat. User mungkin telah mengetahui kode berbahaya ini, namun style penyerangan tetap efektif, terutama apabila media player tidak pernah di-update ketika akan memainkan file musik. Trend Micro memberi nama malware ini "Troj_Medpinch.a," sedangkan Secure Computing menamkannya "Trojan.ASF.Hijacker.gen", dan Kaspersky memanggil malware ini "Worm.Win32.GetCodec.a."
Last Updated ( Wednesday, 23 July 2008 )
 
© 2012 My Web Site
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Recommended sites: Best Web Hosting and Domain Name Registration. Created with Website Builder Software